Ini Alasan Kenapa Anak Sebaiknya Duduk di Kursi Penumpang
Membawa anak-anak saat berkendara dengan mobil membutuhkan strategi khusus agar menjaga kenyamanan dan keamanan bersama. Anak-anak sendiri tidak diperbolehkan duduk di kursi depan. Lebih baik mereka didudukkan di kursi penumpang.
Saran ini bukan tanpa alasan. Dalam artikel ini Anda akan mendapatkan alasan mengapa anak sebaiknya duduk di kursi penumpang alih-alih di bagian depan. Silakan disimak.
Alasan Anak Harus Duduk di Kursi Penumpang
Anda mungkin beranggapan jika anak duduk di kursi depan, maka akan lebih mudah mengawasinya.
Namun lebih baik anak-anak duduk di kursi penumpang dengan car seat khusus untuk anak-anak. Berikut beberapa alasan anak-anak sebaiknya duduk di kursi penumpang:
-
Jok Bagian depan Tidak Cocok untuk Anak Kecil
Produsen mobil tidak memformulasikan kursi depan untuk anak-anak. Terutama untuk mereka yang tingginya belum mencapai 110 centimeter.
Tinggi badan tersebut belum memenuhi kriteria menggunakan sabuk pengaman secara aman. Sabuk pengaman sendiri jika tidak dipasang dengan benar akan menyebabkan cedera yang parah seperti leher ataupun kepala yang terjerat.
-
Sabuk Pengaman Hanya untuk Satu Orang
Dilarang duduk di kursi depan, artinya anak-anak juga tidak boleh Anda pangku selama Anda memegang kendali kemudi maupun saat Anda duduk di depan.
Sabuk pengaman dirancang untuk satu orang saja. Apabila sabuk tersebut melilit anggota tubuh anak kecil dan sulit dilepas, maka harus digunting.
-
Airbag Bisa Mengembung
Airbag yang terletak di bagian penumpang depan bisa menggembung dengan kuat. Kekuatan tersebut bisa menyebabkan cedera serius bahkan kematian. Jarak aman antara posisi pengemudi dengan airbag adalah lebih dari 250 mm.
Jarak tersebut ditentukan dari pusat roda kemudi ke area tulang rusuk. Maka dari itu anak-anak harus duduk di kursi penumpang belakang.
-
Anak Belum Paham Risiko
Umumnya anak-anak belum mempunyai pemahaman terkait cara melindungi diri saat berkendara.
Tanpa pengetahuan soal potensi berbahaya pada kabin seperti adanya benda-benda keras, maka kemungkinan mereka bisa terlibat kecelakaan kecil. Misalnya terbentur area dashboard atau jatuh ke area ruang kaki.
-
Mengganggu Konsentrasi Pengemudi
Anak-anak cenderung mempunyai rasa penasaran tinggi dan perilakunya menjadi tidak terduga. Kondisi tersebut meningkatkan gangguan terhadap pengemudi.
Bisa saja anak-anak tidak sengaja memencet berbagai tombol maupun menggeser tuas dari transmisi. Sehingga konsentrasi pengemudi terganggu dan keselamatan berkendara menjadi berkurang.
-
Sabuk Pengaman untuk Orang Dewasa
Selain hanya dirancang untuk satu orang, sabuk pengaman juga diperuntukkan untuk postur tubuh orang yang sudah dewasa.
Ada syarat tertentu untuk penggunaan sabuk pengaman agar tetap aman. Anak-anak sendiri belum memenuhi persyaratan tersebut. Salah satunya mengenai tinggi badan.
Pentingnya Pengawasan Orang Tua Terhadap Anak
Selama berkendara dengan anak-anak, maka sebagai orang tua, Anda harus melakukan pengawasan ekstra dan memastikan anak-anak aman di kursi penumpang. Pengawasan tersebut agar mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Berikut alasannya:
-
Mencegah anak-anak menekan tombol penting di area dashboard
-
Menghindari gangguan fokus atau konsentrasi pengemudi
-
Menjaga anak-anak tetap menggunakan car seat
-
Mencegah anak-anak mengganggu pengoperasian kendaraan
-
Membentuk kebiasaan berkendara aman sejak dini
-
Mencegah anak membuka pintu atau jendela secara tiba-tiba
-
Menghindari risiko anak berdiri atau berpindah tempat
-
Mencegah anak bermain dengan perangkat elektronik mobil
-
Mengurangi risiko cedera saat pengereman secara mendadak
-
Membantu Anda lebih siap mengantisipasi situasi darurat
Berbagai risiko di atas sangat membahayakan anak-anak dan Anda selama berkendara. Oleh karena itu, pastikan Anda mematuhi aturan dalam berkendara dengan anak-anak.
Dudukkan mereka di kursi penumpang. Ingin mendapatkan tips berkendara dengan anak lainnya? Kunjungi https://www.suzukiumc.co.id/.