Kesalahan Menginjak Rem Terlalu Sering saat Macet Mudik
Mudik selalu identik dengan perjalanan panjang dan kemacetan yang sulit dihindari. Saat arus kendaraan padat, banyak pengemudi secara refleks terus menginjak rem untuk menjaga jarak.
Sekilas terlihat aman, tetapi kebiasaan menginjak rem terlalu sering saat macet mudik justru bisa menimbulkan dampak buruk bagi kendaraan Anda.
Selain membuat komponen cepat aus, cara berkendara seperti ini juga dapat mengurangi kenyamanan perjalanan. Agar mudik Anda tetap aman dan mobil tetap prima, penting memahami kesalahan ini dan bagaimana cara mengatasinya.
Mengapa Pengemudi Sering Menginjak Rem saat Macet Mudik?
Kemacetan membuat mobil bergerak perlahan dan sering berhenti mendadak. Dalam situasi ini, pengemudi cenderung menekan rem terus menerus.
Berikut beberapa alasan mengapa pengemudi serik injak rem saat macet yang perlu Anda ketahui:
-
Rasa Khawatir Menabrak Kendaraan Depan
Saat jarak antar mobil sangat dekat, Anda mungkin merasa harus selalu siap mengerem agar tidak terjadi tabrakan.
-
Stop-and-Go yang Melelahkan
Macet mudik membuat pengemudi harus terus menyesuaikan kecepatan. Akibatnya, rem menjadi pedal yang paling sering digunakan.
Dampak Buruk Menginjak Rem Terlalu Sering saat Mudik
Meskipun rem adalah komponen keselamatan utama, penggunaan berlebihan dapat menimbulkan masalah. Berikut beberapa dampak buruk injak rem terlalu sering yang perlu Anda waspadai:
-
Kampas Rem Cepat Aus
Rem yang terus ditekan membuat kampas bergesekan lebih sering dengan cakram. Jika kampas rem cepat habis, Anda harus menggantinya lebih cepat dari jadwal normal, bahkan bisa terjadi sebelum mudik selesai.
-
Rem Mengalami Overheat
Saat digunakan terus menerus, rem dapat menjadi panas berlebihan. Overheat bisa menyebabkan rem kehilangan daya cengkeram sementara. Ini sangat berbahaya, terutama jika Anda harus mengerem mendadak di jalan licin atau menurun.
-
Konsumsi BBM Menjadi Lebih Boros
Sering mengerem berarti Anda juga sering menginjak gas kembali untuk melaju. Kebiasaan stop-and-go yang agresif membuat bahan bakar lebih cepat habis selama mudik.
-
Membuat Penumpang Tidak Nyaman
Pengereman yang terlalu sering atau mendadak membuat perjalanan terasa tidak mulus. Penumpang, terutama anak-anak, lebih mudah merasa pusing atau mual jika mobil sering berhenti tiba-tiba saat mudik sehingga berisiko mabuk perjalanan.
Cara Menghindari Kebiasaan Menginjak Rem Terlalu Sering
Agar mudik macet tetap aman tanpa merusak kendaraan, Anda bisa menerapkan beberapa tips berikut:
-
Jaga Jarak Aman Secara Konsisten
Berikan ruang lebih antara mobil Anda dan kendaraan depan. Dengan jarak cukup, Anda tidak perlu mengerem terus menerus.
-
Gunakan Engine Brake Secara Halus
Saat kecepatan rendah, Anda bisa melepas pedal gas lebih awal agar mobil melambat perlahan tanpa sering menginjak rem.
-
Hindari Gaya Berkendara Agresif
Jangan terburu-buru menyalip atau mempercepat kendaraan dalam kemacetan. Berkendara santai membuat rem lebih awet.
-
Manfaatkan Mode Transmisi yang Tepat
Pada mobil otomatis, Anda bisa memindahkan tuas ke posisi N saat berhenti lama agar kaki tidak terus menekan rem.
Tips Menjaga Rem Tetap Prima Selama Mudik
Selain cara berkendara, lakukan juga pengecekan sebelum perjalanan:
-
Periksa Kampas dan Minyak Rem
Pastikan kampas masih tebal dan minyak rem berada pada level normal.
-
Dengarkan Bunyi Tidak Wajar
Jika rem berbunyi berdecit atau terasa tidak pakem, segera servis sebelum mudik.
Kesalahan menginjak rem terlalu sering saat macet mudik adalah kebiasaan yang umum, tetapi dapat mempercepat keausan kampas, memicu overheat, hingga mengurangi kenyamanan perjalanan.
Dengan menjaga jarak aman, berkendara lebih halus, dan memastikan kondisi rem prima sebelum berangkat, mudik Anda akan lebih aman, nyaman, dan mobil tetap terjaga performanya sampai kampung halaman.
Kunjungi Suzuki UMC untuk perawatan terbaik mobil kesayangan Anda. Temukan beragam insight bermanfaat dan menarik seputar kendaraan dengan klik di sini.